4. PEMBELAJARAN PENCAK SILAT

 


TEKNIK DASAR PENCAK SILAT
Kajian Mendalam Jenis dan Fungsinya

Pencak silat merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang tidak hanya berfungsi sebagai bela diri, tetapi juga mengandung nilai seni, pendidikan, dan pembentukan karakter. Dalam praktiknya, pencak silat memiliki berbagai teknik dasar yang menjadi fondasi bagi setiap pesilat sebelum mempelajari gerakan yang lebih kompleks. Teknik dasar tersebut meliputi sikap kuda-kuda, sikap pasang, langkah, pukulan, tendangan, tangkisan, dan elakan yang harus dikuasai secara bertahap. Menurut Johansyah Lubis dan Hendro Wardoyo (2014: 25), teknik dasar dalam pencak silat merupakan gerakan pokok yang menjadi landasan dalam melakukan serangan maupun pertahanan sehingga pesilat mampu bergerak secara efektif, efisien, dan terarah dalam setiap situasi.

Pemahaman yang mendalam mengenai jenis dan fungsi teknik dasar pencak silat sangat penting dalam proses pembelajaran maupun latihan. Setiap teknik memiliki fungsi tertentu, baik untuk menyerang, bertahan, maupun mengontrol gerakan lawan. Penguasaan teknik dasar juga membantu pesilat meningkatkan koordinasi gerak, keseimbangan tubuh, serta ketepatan dalam melakukan setiap gerakan. Agus Mukholid (2007: 18) menyatakan bahwa teknik dasar pencak silat merupakan keterampilan gerak fundamental yang harus dikuasai oleh setiap praktisi karena menjadi dasar dalam pengembangan kemampuan bela diri, baik dalam latihan, pertandingan, maupun dalam situasi pembelaan diri yang sebenarnya.

1. Kuda-Kuda (Stance)

    Kuda-kuda merupakan salah satu teknik dasar yang sangat penting dalam pencak silat karena menjadi dasar dari setiap gerakan serangan maupun pertahanan. Kuda-kuda berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh, memperkuat posisi pesilat, serta memberikan kestabilan saat melakukan berbagai teknik. Dengan penguasaan kuda-kuda yang baik, seorang pesilat dapat bergerak dengan lebih efektif, baik saat menyerang maupun menghindari serangan lawan. Menurut Johansyah Lubis (2014: 31), kuda-kuda adalah posisi dasar kaki dalam pencak silat yang digunakan sebagai tumpuan untuk menjaga keseimbangan tubuh serta sebagai dasar dalam melakukan berbagai teknik serangan dan pertahanan.

    Selain itu, kuda-kuda juga berfungsi untuk membangun kekuatan otot kaki dan meningkatkan kesiapan pesilat dalam menghadapi lawan. Posisi kuda-kuda yang tepat akan membantu pesilat menjaga stabilitas tubuh sehingga tidak mudah jatuh atau kehilangan keseimbangan saat bertanding. Erwin Setyo Kriswanto (2015: 45) menyatakan bahwa kuda-kuda merupakan sikap dasar yang digunakan untuk mempertahankan keseimbangan tubuh serta mempermudah pesilat dalam melakukan berbagai teknik gerakan secara cepat dan terarah.


1.1 Jenis - Jenis Kuda- Kuda

Gambar 1. Jenis-jenis Kuda-kuda Dalam Pencak Silat

Sumber : https://ceritaaril.blogspot.com/2026/03/4-pembelajaran-pencak-silat.html

        1.1.1 Kuda-Kuda Depan

    Kuda-kuda depan dilakukan dengan posisi salah satu kaki berada di depan dan kaki lainnya berada di belakang. Lutut kaki depan ditekuk membentuk sudut kurang lebih 90–120 derajat, sedangkan kaki belakang lurus sebagai penopang tubuh. Berat badan sebagian besar bertumpu pada kaki depan(sekitar 60–70%) sehingga tubuh condong sedikit ke depan. Posisi ini sering digunakan untuk melakukan serangan langsung kepada lawan karena memberikan jangkauan yang lebih panjang.

Selain itu, kuda-kuda depan juga membantu pesilat menjaga keseimbangan ketika bergerak maju. Dengan posisi kaki yang stabil, pesilat dapat melakukan pukulan, tendangan, atau tangkisan dengan lebih kuat dan terarah. Oleh karena itu, kuda-kuda depan sering digunakan dalam situasi menyerang maupun saat menghadapi lawan dari arah depan.

         1.1.2 Kuda-Kuda Belakang

    Kuda-kuda belakang dilakukan dengan posisi salah satu kaki berada di belakang dan menjadi tumpuan utama berat badan bertumpu secara dominan (70–80%). Kaki depan sedikit ditekuk dan hanya berfungsi sebagai penyeimbang. Posisi tubuh biasanya agak condong ke belakang sehingga memudahkan pesilat untuk menghindari serangan lawan. Jenis kuda-kuda ini sering digunakan dalam teknik pertahanan karena memungkinkan pesilat bergerak cepat untuk mundur atau mengelak. Selain itu, dari posisi kuda-kuda belakang pesilat juga dapat dengan cepat melakukan serangan balasan kepada lawan. 

        1.1.3 Kuda-Kuda Tengah

    Kuda-kuda tengah dilakukan dengan posisi kedua kaki terbuka lebar dan berat badan berada di tengah-tengah tubuh. Kedua lutut ditekuk sehingga tubuh menjadi lebih rendah dan stabil. Posisi ini memberikan keseimbangan yang kuat bagi pesilat ketika menghadapi lawan. Kuda-kuda tengah sering digunakan untuk menjaga kestabilan tubuh saat menerima atau menahan serangan. Selain itu, posisi ini juga memungkinkan pesilat untuk bergerak ke berbagai arah dengan cepat, baik ke depan, belakang, maupun ke samping.

        1.1.4 Kuda-Kuda Samping

    Kuda-kuda samping dilakukan dengan posisi tubuh menghadap ke samping (90 derajat dari arah lawan) dengan salah satu kaki ditekuk dan kaki lainnya lurus ke arah samping. Berat badan biasanya bertumpu pada kaki yang ditekuk sehingga tubuh tetap seimbang. Kuda-kuda ini biasanya digunakan untuk memperluas jangkauan gerakan dan mempermudah pesilat melakukan serangan dari arah samping. Selain itu, posisi ini juga sering digunakan untuk menghindari serangan lawan sekaligus mempersiapkan gerakan balasan dengan cepat.

        1.1.5 Kuda-Kuda Silang

    Kuda-kuda silang merupakan posisi kaki yang saling menyilang antara kaki kanan dan kaki kiri. Pada posisi ini, salah satu kaki berada di depan dan kaki lainnya menyilang di belakang atau di depan kaki yang lain. Posisi tubuh tetap dijaga agar seimbang sehingga pesilat tetap mampu bergerak dengan cepat. Kuda-kuda silang biasanya digunakan sebagai gerakan peralihan atau untuk mengelabui lawan dalam pertarungan.

    Selain itu, kuda-kuda silang juga berfungsi untuk mempersiapkan serangan atau pertahanan berikutnya. Dengan posisi kaki yang menyilang, pesilat dapat dengan mudah mengubah arah gerakan, baik untuk menyerang maupun menghindari serangan lawan. Oleh karena itu, kuda-kuda ini sering digunakan dalam kombinasi gerakan pencak silat yang membutuhkan kelincahan dan kecepatan.

 

 2. Sikap Pasang

Sikap pasang merupakan salah satu teknik dasar dalam pencak silat yang digunakan sebagai posisi kesiapan pesilat sebelum melakukan serangan maupun pertahanan. Sikap ini menunjukkan kesiapan fisik dan mental seorang pesilat dalam menghadapi lawan. Dalam sikap pasang, posisi tubuh harus seimbang, pandangan fokus kepada lawan, serta kedua tangan dan kaki siap melakukan berbagai gerakan. Menurut Johansyah Lubis dan Hendro Wardoyo (2014: 36), sikap pasang adalah sikap dasar dalam pencak silat yang menunjukkan kesiapan seorang pesilat untuk melakukan serangan atau pertahanan dengan tetap menjaga keseimbangan tubuh.

Selain itu, sikap pasang juga berfungsi untuk mengatur jarak, mengamati gerakan lawan, serta mempersiapkan strategi dalam bertanding. Dengan sikap pasang yang baik, pesilat dapat dengan cepat melakukan berbagai teknik seperti pukulan, tendangan, tangkisan, maupun elakan. Erwin Setyo Kriswanto (2015: 52) menyatakan bahwa sikap pasang merupakan sikap siaga seorang pesilat yang digunakan untuk menghadapi lawan dengan posisi tubuh yang siap bergerak ke segala arah, baik untuk menyerang maupun bertahan. 

2.1 Jenis - jenis Sikap Pasang

Gambar 2. Jenis-jenis Sikap Pasang Dalam Pencak Silat

Sumber :https://ceritaaril.blogspot.com/2026/03/4-pembelajaran-pencak-silat.html

        2.1.1 Sikap Pasang Satu

    Sikap pasang satu merupakan sikap pasang dasar yang paling sederhana dalam pencak silat. Pada posisi ini, salah satu kaki berada di depan dan kaki lainnya di belakang dengan posisi tubuh sedikit menyamping. Kedua tangan berada di depan tubuh dalam posisi siap untuk melakukan serangan atau tangkisan. Sikap pasang satu digunakan untuk menjaga keseimbangan sekaligus mempersiapkan gerakan awal dalam pertandingan. Dari posisi ini, pesilat dapat dengan mudah melakukan berbagai teknik dasar seperti pukulan, tendangan, maupun tangkisan terhadap serangan lawan.

        2.1.2 Sikap Pasang Dua

    Sikap pasang dua dilakukan dengan posisi kedua kaki agak terbuka dan tubuh sedikit lebih rendah dibandingkan sikap pasang satu. Kedua tangan berada di depan dada dalam posisi siap untuk melindungi tubuh dan melakukan serangan. Sikap pasang dua biasanya digunakan untuk menghadapi lawan dengan lebih waspada karena posisi tubuh yang lebih stabil. Dengan sikap ini, pesilat dapat dengan cepat melakukan gerakan bertahan ataupun menyerang sesuai dengan situasi yang terjadi.

        2.1.3 Sikap Pasang Tiga

    Sikap pasang tiga dilakukan dengan posisi tubuh lebih menyamping dan salah satu tangan berada di depan sebagai pelindung, sedangkan tangan lainnya berada di dekat tubuh. Posisi kaki tetap menjaga keseimbangan agar pesilat mudah bergerak. Sikap pasang ini sering digunakan untuk mengamati gerakan lawan sekaligus mempersiapkan serangan balasan. Dengan posisi tubuh yang menyamping, pesilat juga dapat mengurangi area sasaran yang mudah diserang oleh lawan.

          2.1.4 Sikap Pasang Empat

    Sikap pasang empat merupakan sikap pasang dengan posisi tubuh yang lebih fleksibel untuk melakukan berbagai variasi gerakan. Salah satu kaki berada di depan dengan tubuh sedikit condong, sedangkan kedua tangan berada dalam posisi siap menyerang maupun bertahan. Sikap pasang ini sering digunakan dalam pertandingan karena memungkinkan pesilat bergerak lebih cepat untuk menyerang, menghindar, atau melakukan tangkisan terhadap serangan lawan.


 3. Pola Langkah

    Pola langkah merupakan teknik dasar dalam pencak silat yang berfungsi untuk mengatur gerakan kaki ketika berpindah tempat atau mengubah posisi dalam menghadapi lawan. Pola langkah sangat penting karena menentukan kelincahan, keseimbangan, serta efektivitas pesilat dalam melakukan serangan maupun pertahanan. Dengan penguasaan pola langkah yang baik, seorang pesilat dapat bergerak dengan cepat dan tepat untuk mencari posisi yang menguntungkan dalam pertarungan. Menurut Johansyah Lubis dan Hendro Wardoyo (2014: 40), pola langkah adalah cara melangkahkan kaki dalam pencak silat yang digunakan untuk mengatur jarak, posisi, dan arah gerakan pesilat dalam menghadapi lawan.

    Selain itu, pola langkah juga berfungsi untuk menghindari serangan lawan sekaligus mempersiapkan serangan balasan. Pesilat yang menguasai pola langkah dengan baik akan lebih mudah mengendalikan ruang gerak dan menjaga keseimbangan tubuh saat bergerak. Erwin Setyo Kriswanto (2015: 60) menyatakan bahwa pola langkah dalam pencak silat merupakan teknik perpindahan posisi yang digunakan pesilat untuk mendapatkan posisi strategis sehingga dapat melakukan serangan dan pertahanan secara efektif.


3.1 Jenis- jenis Pola Langkah 

Gambar 3. Jenis-jenis Pola Langkah Dalam Pencak Silat

Sumber: https://ceritaaril.blogspot.com/2026/03/4-pembelajaran-pencak-silat.html

                    3.1.1 Langkah Lurus

            Langkah lurus merupakan pola langkah yang dilakukan dengan bergerak maju atau mundur dalam satu garis lurus. Gerakan ini biasanya digunakan untuk mendekati lawan ketika akan melakukan serangan atau menjauh untuk menghindari serangan. Dalam melakukan langkah lurus, pesilat harus menjaga keseimbangan tubuh agar tetap stabil saat bergerak. Selain itu, langkah lurus juga membantu pesilat mengatur jarak dengan lawan. Dengan langkah yang terarah, pesilat dapat lebih mudah melakukan serangan langsung seperti pukulan atau tendangan, serta dapat dengan cepat mundur untuk menghindari serangan lawan.

        3.1.2 Langkah Segitiga

Langkah segitiga merupakan pola langkah yang membentuk arah gerakan seperti segitiga. Dalam pola ini, pesilat bergerak ke arah samping atau diagonal sehingga tidak selalu bergerak lurus ke depan atau ke belakang. Gerakan ini bertujuan untuk menghindari serangan lawan sekaligus mencari posisi yang lebih menguntungkan. Dengan menggunakan langkah segitiga, pesilat dapat mengecoh lawan karena arah gerakannya tidak mudah ditebak. Selain itu, pola langkah ini juga memungkinkan pesilat melakukan serangan dari samping atau dari arah yang tidak terduga oleh lawan.

        3.1.3 Langkah Segi Empat

Langkah segi empat merupakan pola langkah yang membentuk arah gerakan seperti persegi atau kotak. Pesilat bergerak ke empat arah, yaitu ke depan, ke samping, ke belakang, dan kembali ke posisi semula. Gerakan ini melatih kemampuan pesilat untuk berpindah posisi dengan cepat. Pola langkah segi empat juga membantu pesilat meningkatkan kelincahan dan keseimbangan tubuh. Dengan menguasai pola langkah ini, pesilat dapat dengan mudah menyesuaikan posisi tubuh ketika menghadapi serangan dari berbagai arah.

        3.1.4 Langkah Huruf U

Langkah huruf U merupakan pola langkah yang membentuk jalur gerakan seperti huruf U. Dalam pola ini, pesilat bergerak ke samping lalu melengkung ke arah depan atau belakang sehingga membentuk pola setengah lingkaran. Langkah ini sering digunakan untuk menghindari serangan langsung dari lawan sekaligus mencari posisi yang lebih aman. Dengan bergerak melengkung, pesilat dapat mengubah arah gerakan secara tiba-tiba dan mempersiapkan serangan balasan dari posisi yang lebih menguntungkan.

        3.1.5  Langkah Zig-Zag

Langkah zig-zag merupakan pola langkah yang dilakukan dengan gerakan berbelok-belok atau menyerong ke kiri dan ke kanan. Pola ini membuat gerakan pesilat menjadi tidak terduga sehingga menyulitkan lawan untuk memperkirakan arah serangan. Langkah zig-zag biasanya digunakan untuk mendekati lawan tanpa memberikan kesempatan kepada lawan untuk menyerang secara langsung. Dengan gerakan yang berubah-ubah arah, pesilat dapat mencari celah untuk melakukan serangan dengan lebih efektif.

4. Teknik Pukulan

Pukulan merupakan salah satu teknik dasar serangan dalam pencak silat yang menggunakan tangan sebagai alat untuk menyerang lawan. Teknik pukulan dilakukan dengan tujuan untuk mengenai sasaran tertentu pada tubuh lawan sehingga dapat melemahkan atau mengganggu keseimbangan lawan. Dalam pencak silat, pukulan harus dilakukan dengan teknik yang tepat agar menghasilkan tenaga yang kuat serta tetap menjaga keseimbangan tubuh pesilat. Menurut Johansyah Lubis dan Hendro Wardoyo (2014: 52), pukulan dalam pencak silat merupakan teknik serangan yang menggunakan tangan dengan berbagai bentuk gerakan yang diarahkan pada sasaran tertentu untuk memperoleh nilai dalam pertandingan maupun untuk melumpuhkan lawan.

Selain itu, teknik pukulan juga harus dilakukan dengan koordinasi antara gerakan tangan, kaki, dan posisi tubuh agar serangan menjadi lebih efektif. Pesilat yang menguasai teknik pukulan dengan baik akan mampu melakukan serangan dengan cepat, tepat, dan kuat tanpa kehilangan keseimbangan. Erwin Setyo Kriswanto (2015: 70) menjelaskan bahwa pukulan dalam pencak silat merupakan serangan menggunakan tangan yang dilakukan secara terarah dan terkontrol dengan memanfaatkan kekuatan otot, kecepatan, serta ketepatan sasaran.

4.1 Jenis-jenis Pukulan

Gambar 4. Jenis-jenis Pukulan Dalam Pencak Silat

Sumberhttps://ceritaaril.blogspot.com/2026/03/4-pembelajaran-pencak-silat.html 

        4.1.1 Pukulan Lurus

Pukulan lurus merupakan pukulan yang dilakukan dengan arah gerakan tangan lurus ke depan menuju sasaran. Pada teknik ini, tangan yang memukul diluruskan dari posisi awal menuju sasaran dengan cepat dan kuat, sementara tangan lainnya berada di depan dada sebagai pelindung. Pukulan lurus biasanya digunakan untuk menyerang bagian depan tubuh lawan, seperti dada atau perut. Teknik ini termasuk pukulan yang paling sering digunakan karena gerakannya sederhana, cepat, dan mudah dilakukan oleh pesilat.

        4.1.2 Pukulan Bandul

Pukulan bandul adalah pukulan yang dilakukan dengan gerakan tangan dari bawah ke atas seperti ayunan bandul. Gerakan ini memanfaatkan kekuatan ayunan tangan sehingga menghasilkan tenaga pukulan yang cukup kuat. Pukulan bandul biasanya diarahkan ke bagian dagu atau perut lawan. Teknik ini efektif digunakan ketika jarak dengan lawan cukup dekat sehingga pukulan dapat mengenai sasaran dengan kuat.

        4.1.3 Pukulan Tegak

Pukulan tegak merupakan pukulan yang dilakukan dengan arah gerakan tangan ke depan dengan posisi kepalan tangan tegak atau vertikal. Pukulan ini hampir sama dengan pukulan lurus, namun perbedaannya terletak pada posisi kepalan tangan yang menghadap ke atas atau ke bawah. Pukulan tegak biasanya digunakan untuk menyerang bagian wajah atau dada lawan. Teknik ini dapat dilakukan dengan cepat sehingga sering digunakan sebagai serangan awal dalam pertandingan.

        4.1.4 Pukulan Samping

Pukulan samping merupakan pukulan yang dilakukan dengan arah gerakan tangan dari samping menuju sasaran. Gerakan ini biasanya dilakukan dengan memutar tubuh sehingga menghasilkan tenaga yang lebih kuat. Pukulan samping sering digunakan untuk menyerang bagian kepala atau tubuh lawan dari arah samping. Dengan memanfaatkan putaran tubuh, pukulan ini dapat memberikan kekuatan yang lebih besar dibandingkan pukulan lurus.

        4.1.5 Pukulan Tebak

Pukulan tebak merupakan pukulan yang dilakukan dengan gerakan cepat dan tiba-tiba untuk mengecoh lawan. Teknik ini biasanya dilakukan ketika pesilat melihat celah pada pertahanan lawan. Pukulan tebak bertujuan untuk membuat lawan terkejut sehingga sulit melakukan pertahanan. Oleh karena itu, teknik ini membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam menentukan waktu yang tepat untuk menyerang.

    4.1.6 Pukulan Sodok

Pukulan sodok merupakan pukulan yang dilakukan dengan gerakan tangan yang didorong langsung ke arah sasaran. Gerakan ini hampir mirip dengan pukulan lurus, namun lebih menekankan pada dorongan tangan ke depan. Pukulan sodok biasanya digunakan untuk menyerang bagian dada atau perut lawan. Teknik ini efektif digunakan untuk mendorong lawan agar kehilangan keseimbangan atau mundur dari posisi semula.


            5. Teknik Tendangan

            Tendangan merupakan salah satu teknik serangan dalam pencak silat yang menggunakan kaki sebagai alat untuk menyerang lawan. Teknik tendangan biasanya memiliki jangkauan yang lebih panjang dibandingkan pukulan sehingga dapat digunakan untuk menyerang lawan dari jarak yang lebih jauh. Dalam melakukan tendangan, pesilat harus menjaga keseimbangan tubuh serta ketepatan sasaran agar serangan dapat dilakukan secara efektif. Menurut Johansyah Lubis dan Hendro Wardoyo (2014: 58), tendangan dalam pencak silat adalah teknik serangan yang menggunakan kaki dengan berbagai bentuk gerakan yang diarahkan pada sasaran tertentu untuk memperoleh nilai dalam pertandingan maupun untuk melumpuhkan lawan.

Selain itu, teknik tendangan juga membutuhkan kekuatan otot kaki, kelincahan, serta koordinasi tubuh yang baik agar gerakan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Penguasaan teknik tendangan yang baik akan membantu pesilat dalam melakukan serangan dari berbagai arah serta menjaga jarak dengan lawan. Erwin Setyo Kriswanto (2015: 76) menyatakan bahwa tendangan dalam pencak silat merupakan serangan yang menggunakan kaki dengan tujuan mengenai sasaran tertentu pada tubuh lawan dengan tetap menjaga keseimbangan tubuh pesilat

5.1 Jenis-jenis Tendangan

A cartoon of a child doing karate

AI-generated content may be incorrect.

Gambar 5. Jenis-jenis Tendangan Dalam Pencak Silat

Sumberhttps://ceritaaril.blogspot.com/2026/03/4-pembelajaran-pencak-silat.html

        5.1.1 Tendangan Lurus

Tendangan lurus merupakan tendangan yang dilakukan dengan arah gerakan kaki lurus ke depan menuju sasaran. Pada teknik ini, kaki diangkat lalu diluruskan ke depan dengan cepat dan kuat, sementara kaki lainnya tetap menjadi tumpuan tubuh. Tendangan lurus biasanya diarahkan ke bagian perut atau dada lawan. Teknik ini termasuk tendangan yang sederhana namun cukup efektif karena gerakannya cepat dan memiliki jangkauan yang cukup jauh.

        5.1.2 Tendangan Samping

Tendangan samping merupakan tendangan yang dilakukan dengan arah gerakan kaki dari samping menuju sasaran. Pada saat melakukan tendangan ini, tubuh biasanya sedikit diputar agar tenaga yang dihasilkan lebih kuat. Tendangan samping sering digunakan untuk menyerang bagian tubuh lawan dari arah samping, seperti bagian perut atau pinggang. Teknik ini cukup efektif karena dapat menghasilkan tenaga yang besar jika dilakukan dengan posisi tubuh yang tepat.

        5.1.3 Tendangan Sabit

Tendangan sabit merupakan tendangan yang dilakukan dengan gerakan melengkung seperti bentuk sabit. Kaki diayunkan dari luar ke dalam atau sebaliknya untuk mengenai sasaran.  Tendangan sabit biasanya diarahkan ke bagian kepala atau tubuh lawan. Teknik ini sering digunakan dalam pertandingan karena memiliki jangkauan yang luas dan dapat dilakukan dengan cepat. 

        5.1.4 Tendangan Belakang

Tendangan belakang merupakan tendangan yang dilakukan dengan membelakangi lawan. Pada teknik ini, pesilat memutar tubuh terlebih dahulu kemudian menendang ke arah belakang menggunakan tumit atau telapak kaki. Tendangan belakang biasanya digunakan sebagai serangan kejutan ketika lawan berada di belakang atau ketika pesilat ingin mengecoh lawan. Teknik ini membutuhkan keseimbangan dan koordinasi tubuh yang baik agar tendangan tepat mengenai sasaran.

        5.1.5 Tendangan Gajul

Tendangan gajul merupakan tendangan yang dilakukan dengan mengangkat kaki kemudian mendorongnya ke arah sasaran dengan gerakan cepat. Tendangan ini biasanya dilakukan untuk menyerang bagian kaki atau tubuh bagian bawah lawan. Tendangan gajul sering digunakan untuk mengganggu keseimbangan lawan. Dengan menyerang bagian bawah tubuh, lawan dapat kehilangan keseimbangan sehingga memudahkan pesilat untuk melakukan serangan berikutnya.

        5.1.6 Tendangan Jejak

Tendangan jejak merupakan tendangan yang dilakukan dengan cara mendorong telapak kaki secara langsung ke arah tubuh lawan. Gerakan ini hampir mirip dengan dorongan kaki yang dilakukan secara kuat dan terarah. Tendangan jejak biasanya diarahkan ke bagian dada atau perut lawan. Teknik ini bertujuan untuk mendorong lawan agar mundur atau kehilangan keseimbangan sehingga pesilat dapat menguasai situasi dalam pertandingan. 

6. Teknik Tangkisan

Tangkisan merupakan salah satu teknik dasar dalam pencak silat yang digunakan untuk menahan, mengalihkan, atau menggagalkan serangan lawan. Teknik ini sangat penting karena berfungsi sebagai bentuk pertahanan agar pesilat dapat melindungi diri dari pukulan maupun tendangan lawan. Dalam melakukan tangkisan, pesilat harus memiliki kecepatan, ketepatan, serta koordinasi gerak yang baik agar mampu menahan serangan tanpa kehilangan keseimbangan tubuh. Menurut Johansyah Lubis dan Hendro Wardoyo (2014: 65), tangkisan dalam pencak silat adalah teknik pertahanan yang dilakukan dengan menggunakan tangan untuk menahan atau mengalihkan serangan lawan sehingga serangan tersebut tidak mengenai sasaran.

Selain itu, tangkisan juga berfungsi untuk membuka peluang melakukan serangan balasan. Pesilat yang mampu melakukan tangkisan dengan baik dapat memanfaatkan momen setelah menahan serangan lawan untuk melakukan serangan balik dengan cepat. Erwin Setyo Kriswanto (2015: 82) menjelaskan bahwa tangkisan merupakan teknik pertahanan yang dilakukan dengan gerakan tangan atau lengan untuk menghalangi, membelokkan, atau mengalihkan serangan lawan sehingga tidak mengenai tubuh pesilat.

6.1 Jenis- jenis Tangkisan

A cartoon of a child doing martial arts

AI-generated content may be incorrect.

Gambar 6. Jenis-jenis Tangkisan Dalam Pencak Silat

Sumberhttps://ceritaaril.blogspot.com/2026/03/4-pembelajaran-pencak-silat.html

        6.1.1 Tangkisan Dalam

Tangkisan dalam merupakan tangkisan yang dilakukan dari arah luar ke arah dalam tubuh. Gerakan ini biasanya digunakan untuk menahan serangan yang datang dari arah samping atau dari luar tubuh menuju ke dalam. Teknik tangkisan dalam dilakukan dengan menggerakkan lengan ke arah dalam sambil menjaga posisi tubuh tetap seimbang. Tangkisan ini sering digunakan untuk menahan pukulan lurus atau serangan tangan dari lawan.

                    6.1.2 Tangkisan Luar

Tangkisan luar merupakan tangkisan yang dilakukan dari arah dalam ke arah luar tubuh. Gerakan ini bertujuan untuk mengalihkan serangan lawan menjauh dari tubuh pesilat. Dalam melakukan tangkisan luar, lengan digerakkan ke arah luar dengan cepat sehingga serangan lawan dapat dibelokkan. Teknik ini sering digunakan untuk menahan serangan pukulan yang mengarah ke bagian depan tubuh.        

                    6.1.3 Tangkisan Atas

Tangkisan atas merupakan tangkisan yang dilakukan untuk menahan serangan yang datang dari arah atas, seperti pukulan atau tendangan yang mengarah ke kepala. Pada teknik ini, tangan diangkat ke atas untuk menghalangi serangan lawan. Tangkisan atas dilakukan dengan posisi lengan yang kuat agar mampu menahan serangan dengan baik. Selain itu, pesilat harus tetap menjaga keseimbangan tubuh agar tidak mudah terdorong oleh serangan lawan.

                    6.1.4 Tangkisan Bawah

Tangkisan bawah merupakan tangkisan yang dilakukan untuk menahan serangan yang datang dari arah bawah, seperti tendangan yang mengarah ke kaki atau tubuh bagian bawah. Gerakan ini dilakukan dengan menurunkan tangan untuk menghalangi serangan tersebut. Teknik tangkisan bawah bertujuan untuk melindungi bagian tubuh bawah dari serangan lawan. Dengan tangkisan yang tepat, pesilat dapat menggagalkan serangan lawan sekaligus mempersiapkan serangan balasan dengan cepat.


7. Elakan dan Hindaran

Elakan dan hindaran merupakan teknik dasar pertahanan dalam pencak silat yang dilakukan dengan cara menghindari serangan lawan tanpa melakukan kontak langsung. Teknik ini bertujuan untuk menjauhkan tubuh dari sasaran serangan sehingga pesilat dapat terhindar dari pukulan atau tendangan lawan. Dalam pencak silat, elakan dan hindaran sangat penting karena selain berfungsi untuk mempertahankan diri, teknik ini juga dapat membuka peluang bagi pesilat untuk melakukan serangan balasan. Menurut Johansyah Lubis dan Hendro Wardoyo (2014: 70), elakan dalam pencak silat adalah teknik pertahanan dengan cara menghindari serangan lawan melalui gerakan tubuh atau perpindahan posisi tanpa melakukan tangkisan secara langsung.

Selain itu, teknik elakan dan hindaran juga membutuhkan kelincahan, kecepatan, serta ketepatan dalam membaca arah serangan lawan. Pesilat yang mampu melakukan elakan dengan baik dapat menghemat tenaga karena tidak perlu menahan serangan secara langsung. Erwin Setyo Kriswanto (2015: 88) menyatakan bahwa elakan merupakan teknik pertahanan yang dilakukan dengan cara memindahkan posisi tubuh untuk menghindari serangan lawan sehingga serangan tersebut tidak mengenai sasaran.

            7.1 Jenis-jenis Elakan dan Hindaran

A cartoon of a child doing martial arts

AI-generated content may be incorrect.

Gambar 7. Jenis-jenis Elakan dan Hindaran Dalam Pencak Silat

Sumberhttps://ceritaaril.blogspot.com/2026/03/4-pembelajaran-pencak-silat.html

            7.1.1 Elakan Samping

Elakan samping merupakan teknik menghindar dengan cara memindahkan posisi tubuh ke arah samping kiri atau kanan dari arah serangan lawan. Gerakan ini dilakukan dengan cepat agar tubuh tidak terkena serangan yang datang dari depan. Elakan samping sering digunakan untuk menghindari pukulan atau tendangan lurus. Dengan bergerak ke samping, pesilat juga dapat mencari posisi yang lebih baik untuk melakukan serangan balasan kepada lawan.

            7.1.2 Elakan Belakang

Elakan belakang merupakan teknik menghindar dengan cara memindahkan tubuh ke arah belakang untuk menjauhi serangan lawan. Gerakan ini biasanya dilakukan ketika serangan lawan datang dari arah depan dengan kekuatan yang cukup besar. Dengan melakukan elakan ke belakang, pesilat dapat menjaga jarak dari lawan sehingga terhindar dari serangan. Setelah menghindar, pesilat juga dapat mempersiapkan serangan balasan ketika menemukan kesempatan yang tepat.

            7.1.3 Elakan Merendah

Elakan merendah merupakan teknik menghindar dengan cara menurunkan posisi tubuh atau merendahkan badan agar serangan lawan tidak mengenai sasaran. Biasanya pesilat menekuk lutut dan merendahkan tubuh untuk menghindari pukulan atau tendangan yang mengarah ke bagian atas tubuh. Teknik ini sering digunakan ketika lawan melakukan serangan yang mengarah ke kepala atau dada. Dengan merendahkan tubuh, pesilat dapat menghindari serangan sekaligus mempersiapkan posisi untuk melakukan serangan balasan.    

            7.1.4 Elakan Melompat

Elakan melompat merupakan teknik menghindar dengan cara melompat untuk menghindari serangan yang datang dari arah bawah atau samping. Gerakan ini membutuhkan kelincahan dan keseimbangan yang baik agar pesilat dapat mendarat dengan stabil. Elakan melompat biasanya digunakan untuk menghindari tendangan yang mengarah ke kaki atau tubuh bagian bawah. Setelah melakukan lompatan, pesilat dapat langsung melanjutkan gerakan dengan serangan atau kembali ke posisi siap.

       

            Penutup

Berdasarkan pembahasan mengenai teknik dasar pencak silat, dapat disimpulkan bahwa pencak silat memiliki berbagai teknik dasar yang harus dikuasai oleh setiap pesilat. Teknik-teknik tersebut meliputi kuda-kuda, sikap pasang, pola langkah, pukulan, tendangan, tangkisan, serta elakan dan hindaran. Setiap teknik memiliki fungsi yang berbeda namun saling berkaitan satu sama lain dalam mendukung kemampuan pesilat untuk melakukan serangan maupun pertahanan secara efektif. Penguasaan teknik dasar ini menjadi fondasi penting dalam pembelajaran pencak silat sebelum mempelajari teknik yang lebih kompleks.

Selain itu, teknik dasar pencak silat juga tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga melatih keseimbangan, kelincahan, ketepatan, serta pengendalian diri. Dengan latihan yang teratur dan pemahaman yang baik terhadap setiap teknik dasar, seorang pesilat dapat meningkatkan kemampuan bela diri sekaligus menjaga nilai-nilai sportivitas dan disiplin dalam berlatih. Oleh karena itu, penguasaan teknik dasar pencak silat sangat penting sebagai dasar untuk mengembangkan keterampilan yang lebih tinggi dalam olahraga maupun seni bela diri pencak silat.


            Daftar Pustaka

IPSI. (2012). Peraturan pertandingan pencak silat. Ikatan Pencak Silat Indonesia.

Kriswanto, Erwin Setyo. 2015. Pencak Silat. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Lubis, J., & Wardoyo, H. (2014). Pencak silat (Edisi ke-2). Rajawali Pers.

Mukholid, Agus. 2007. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Yudhistira.

 



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama